Yayasan Doktor Syekh Salman Daim merupakan sebuah wadah kegiatan sosial-pendidikan Islam berdasarkan Akta Notaris Ny Lindasari Bachroem S.H no. 3 tanggal 7 Mei 2012. Pendiri sekaligus pencetusnya adalah DR. Syekh Salman Da’im, Guru Besar sekaligus selaku Mursyid/Pimpinan Thariqat Naqsyabandiyah Al Kholidiyah di Indonesia.

Kiprah perjuangan dakwah yang di pimpin oleh beliau di mulai pada era tahun 1960, yang di awali dengan mengadakan persulukan di Desa Gajing, Pematang Siantar dan mengadakan persulukan di Kota Baru Tebing Tinggi, Deli, Sumatera Utara pada tahun 1967. Di tahun 1970 beliau mulai mendirikan Rumah Ibadah Suluk di Bandar Tinggi, Sumatera Utara sebagai upaya menyediakan sarana ibadah zahir dan batin bagi para jamaah yang datang dari berbagai daerah di Nusantara. Rumah Suluk inilah yang menjadi tonggak awal pembangunan Rumah Suluk lainnya di berbagai tempat di Nusantara.

Pada tahun 1990 pengembangkan intensif dakwah Thariqat Naqsyabandiyah mulai berkembang keluar daerah, di awali dengan pendirian Rumah Ibadah Suluk Darus Shofa di Kandis-Riau yang di lanjutkan pengembangan aktif keluar pulau Sumatera, yaitu ke Pulau Jawa, Kalimantan, Indonesia Timur dan sekitarnya.

Dalam kelanjutan pengembangan umat dalam menciptakan Ulama yang Intelektual dan Intelektual yang Ulama, Di Tahun 1999, dengan bekerjasama dengan STAIS Tebing Tinggi, Deli membuka perkuliahan di Pondok pesantren Bandar Tinggi, jurusan Komunikasi Penyiaran Islam. Di tahun ini pula, pendirian Rumah Ibadah Suluk yang ke 3 di Desa Sei Dareh, Kabupaten Damas Raya, Propinsi Sumatera Barat dan kegiatan Suluk Periodik terus berlangsung hingga saat ini yang di hadiri oleh Jamaah di kawasan Padang, Sumatera Barat.

Tahun 2008 merupakan fokus pengembangan keluar pulau Sumatera, dimana pengembangan program dakwah yang pesat di tandai dengan pengembangan dakwah ke daerah lain, seperti di Jawa, Bogor, Batam, Jakarta, bahkan luar negeri seperti Malaysia, Singapura, Thailand dan beberapa wilayah lainnya.

Selanjutnya di tahun 2011 pencanangan program pembangunan Rumah Ibadah Suluk yang ke 5 di wilayah Mariendal, Medan untuk menampung para kalangan professional yang ingin ikut mengikuti Suluk tapi tetap bisa melakukan aktifitasnya sehari-hari. Dan di saat bersamaan pembangunan Gedung penginapan Suluk Executive di Bandar Tinggi juga mulai di bangun dengan menyediakan sarana penginapan yang apik, sejuk dan nyaman sesuai dengan ke unggulan comparative Thariqat Naqsyabandiyah Al Kholidiyah

Di tahun 2013, Rumah Ibadah Suluk di Dumai, Riau telah selesai di bangun di untuk menampung para jamaah yang tersebar di Kepulauan Riau dan sekitarnya. Dan pada saat yang bersamaan pula pembangunan Rumah Suluk di Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan mulai di dirikan hingga saat ini terus di adakan kegiatan Suluk Reguler yang di hadiri oleh beberapa jamaah dari Bangka, Belitung, Jakarta, Palembang, dan sekitarnya.

Selain itu dalam rangka mensukseskan visi misi mancanegara, di awal tahun 2013 Tuan Guru mencanangkan sebuah program belajar Bahasa Inggris intensif di lingkungan Pesantren. Beliau mengirim santrinya untuk langsung belajar di Kampung Inggris, Pare, JawaTimur, dan kegiatan tersebut terus berlangsung hingga saat ini. Selanjutnya, program pengembangan lanjutan. Yaitu meneruskan program pembangunan Rumah Ibadah Suluk di berbagai tempat di Nusantara, seperti Belitung, Palembang, Batam, Kalimantan serta program pengembangan Thariqat Naqsyabandiyah ke wilayah Timur di Indonesia, sekaligus melanjutkan program pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas melalui program pendidikan Zahir dan Batin.