Kehidupan sufi dapat mewarnai kehidupan generasi now (milenia)

Wisuda Syekh muda/Syarifah Thareqat Naqsyabandiyah Al Kholidiyah Jalaliyah ke 27 tanggal 1 januari 2018 di Aula utama ponpes Bandar Tinggi dihadiri oleh Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementrian Agama RI   yaitu Bapak Dr. Ahmad Jayadi, M. Pd.  Dalam sambutannya mengucapkan selamat sukses bagi wisudawan/ti dan selamat ulang tahun kepada Buya DR. Syekh Salman Da’im ke 76 selaku mursyid TNAJ. Di kesempatan itu pula Ahmad Jayadi mengomentari motto dalam acara tersebut yakni “Keberhasilan bukan akhir dari perjuangan dia proses kebahagiaan dan kesempurnaan” dan membenarkan bahwa keberhasilan bukanlah akhir merupakan awal dari kesuksesan, melalui proses ikhtiar sehingga mencapai kesuksesan dalam hidup. Tantangan kita saat ini yakni bagaimana kita dapat menyeimbangkan sebagai khalifah dan sebagai Abdullah dalam pemahaman agama.

Dijelaskan, menjadi khalifah yg dituntut adalah kreatifitas sedangkan Abdullah essensinya yakni tunduk, patuh dan pasrah. Apabila perilaku kehambaan (Abdullah) dan fungsi kekhalifahan ini dapat jalan seimbang maka akan terbentuk ciri khas karakter pribadi manusia. Tantangan kehidupan masa depan di dalam beragama bagaimana kita mampu beragama dalam konteks indonesia yang plural dan bernegara dalam konteks indonesia yang religius, tegas beliau.

Beliau berharap kepada seluruh peserta wisuda dengan menyeimbangkan kehidupan duniawi dan ukhrawi serta menjadi pribadi yang terpilih nantinya mampu memerankan pribadi-pribadi sufi tetapi modern, membawa kehidupan sufistiknya dalam kehidupan modern sehingga mampu menjawab tantangan masa depan dengan bahasa kaumnya.

Di akhir sambutannya, ia sekali lagi berharap dimana saat ini jaman di kenal dengan jaman now (milenia) ini jamaah TNAJ mampu mewarnai keagamaan kita bukan hanya di Indonesia bahkan dapat mewarnai keagamaan di dunia.

Recent Posts

Recent Comments

    Archives

    Categories